Dr. Wein Arifin, S.IP, M.IP
Provinsi Jambi hari ini boleh berbangga memiliki Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) yang telah melahirkan ribuan tenaga medis. Namun, di balik megahnya gedung anatomi dan ribuan jas putih yang kini berlalu-lalang di kampus, ada lembaran sejarah yang dipenuhi perjuangan melelahkan. Di titik sentral sejarah itu – tanpa melupakan pihak-pihak lain yang telah berjasa dan turut berjuang – terukir satu nama yang tak boleh dilupakan yaitu Dr. H. Kemas Arsyad Somad, S.H, M.H (Rektor Universitas Jambi Periode 2004 s/d 2008 dan 2008 s/d 2012).
Sebagai salah satu putra terbaik Jambi, pengabdian beliau bagi masyarakat tidak terbatas akademisi, beliau pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi selama 3 (tiga) periode, advokat, serta pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Dalam diri beliau terpadu 3 (tiga) aspek sekaligus yakni akademisi, profesi, serta birokrat. Dr. H. Kemas Arsyad Somad memegang peran sentral dalam meletakkan batu pertama sekaligus mengawal transisi berdirinya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UNJA. Perjuangan untuk mewujudkan cita-cita ini bukanlah perjuangan yang sederhana, melainkan perjuangan yang berat, penuh tantangan dan hambatan, serta dibutuhkan keahlian komunikasi dan jaringan yang baik.
Latar belakang berdirinya Program Studi Pendidikan Dokter di Universitas Jambi pada awal tahun 2000-an didorong oleh sebuah urgensi yang nyata: ketiadaan dan ketimpangan distribusi tenaga medis di Provinsi Jambi. Saat itu, Jambi sangat bergantung pada pasokan dokter dari luar daerah, sementara puskesmas dan rumah sakit di pelosok kabupaten seringkali mengalami kekosongan dokter.

Dr. H. Kemas Arsyad Somad melihat bahwa Universitas Jambi (UNJA) sebagai institusi pendidikan tinggi terbesar di Jambi harus mengambil tanggung jawab ini. Visi beliau sangat jelas, yaitu membangun ketahanan kesehatan daerah dengan cara mencetak dokter-dokter yang tidak hanya kompeten, tetapi memiliki ikatan emosional untuk mengabdi dan membangun tanah kelahirannya sendiri.
Peran Strategis Dr. H. Kemas Arsyad Somad
Mendirikan program ilmu kedokteran membutuhkan pemenuhan standar nasional yang sangat tinggi. Di balik keberhasilan Dr. H. Kemas Arysad Somad mewujudkan mimpi masyarakat Jambi pada bidang kesehatan, terdapat berbagai hambatan dan tantangan berat mulai dari urusan akademik, finansial, hingga risiko hukum yang mengorbankan kariernya.
Sadar bahwa Universitas Jambi (UNJA) saat itu belum memiliki modal Sumber Daya Manusia (SDM) pengajar yang memadai, belum memiliki infrastruktur
laboratorium dasar kedokteran, serta keterbatasan dukungan finansial, Dr. H. Kemas Arsyad Somad mengambil langkah diplomasi strategis yang cerdas.
- Membangun sinergisitas dengan Pemerintah Daerah
Mendirikan fakultas kedokteran membutuhkan kerja sama lintas sektor. Dr. H. Kemas Arsyad Somad memanfaatkan kapasitasnya sebagai Rektor untuk menyatukan visi antara pihak UNJA, Pemerintah Provinsi Jambi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jambi, dan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher. Ia meyakinkan semua pihak bahwa investasi terbesar bagi masa depan Jambi adalah investasi di bidang pendidikan kesehatan. Dr. H. Kemas Arsyad secara aktif membangun komunikasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Jambi untuk mendapatkan dukungan regulasi dan anggaran. Langkah
monumental dari sinergi ini adalah penetapan RSUD Raden Mattaher Jambi sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, sebuah syarat mutlak yang harus dipenuhi agar izin operasional kedokteran dapat dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) serta adanya dukungan pendanaan dari Pemerintah Daerah. - Membangun kemitraan dengan Universitas Pembina.
Pada masa kepemimpinan beliau sebagai Rektor, Universitas Jambi (UNJA) membangun kerja sama dengan Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya (UNSRI), Palembang dan Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas (UNAND), Padang sebagai Universitas Pembina. Kerja sama ini krusial untuk memastikan
kurikulum, proses ujian, hingga kualitas jaminan mutu pendidikan dokter di Jambi langsung berkiblat pada standar baku yang teruji. - Penyiapan Rumah Sakit Pendidikan
Tanpa rumah sakit pendidikan, mahasiswa kedokteran tidak akan bisa menempuh fase klinik (koas). Dr. H. Kemas Arsyad selaku Rektor UNJA berperan besar dalam mendorong penetapan RSUD Raden Mattaher Jambi
sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. Beliau ikut meretas jalan bagi sinkronisasi antara pelayanan rumah sakit dan kebutuhan akademis mahasiswa. - Mengupayakan prasarana pendidikan
Dr. H. Kemas Arsyad Somad dalam kedudukannya sebagai Rektor UNJA aktif membangun komunikasi dengan pihak Pemerintah Daerah Provinsi Jambi untuk mengupayakan prasarana dalam memfasilitasi pendidikan bagi Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) yang saat itu sudah berjalan. Buah manis dari
perjuangan ini dengan adanya hibah dari Pemerintah Daerah Provinsi Jambi berupa tanah dan bangunan ex-Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah Telanaipura yang secara lokasi dekat dengan RS. Raden Mataher. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa argumentasi yaitu lokasi yang sangat dekat (bersebelahan) dengan RS. Raden Mataher sehingga memudahkan dalam proses pendidikan yang akan dijalankan.
Dari program studi hingga menjadi fakultas mandiri
Setelah melalui proses visitasi, perbaikan borang, dan perjuangan yang menguras energi, titik terang akhirnya muncul. Pada bulan Juli 2005, izin operasional Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Universitas Jambi resmi dikeluarkan melalui Keputusan Dirjen Dikti Nomor 3485/D/T/2005. Sebulan kemudian, pada Agustus 2005, angkatan pertama mahasiswa kedokteran UNJA resmi diterima
Di awal berdiri, program studi ini berada langsung di bawah naungan Rektorat dengan pengawasan ketat dari Universitas Pembina. Sebagai rektor, Dr.H. Kemas Arsyad Somad tidak lantas berpuas diri. Beliau terus mengawal fase-fase awal transisi yang rawan. Dari yang semula berupa Program Studi di bawah naungan langsung Rektorat, beliau mempersiapkan fondasi kelembagaan agar prodi ini bisa mandiri. Kerja keras ini mencapai puncaknya beberapa tahun kemudian ketika status kepengurusan ditingkatkan secara resmi menjadi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi.
Warisan dan teladan (legacy)
Saat ini, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UNJA telah melahirkan ratusan dokter dan tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh pelosok Provinsi Jambi dan wilayah Indonesia lainnya. Rumah sakit, klinik, dan puskesmas di Jambi tidak lagi kekurangan figur pelayan kesehatan masyarakat.
Dr. H. Kemas Arsyad Somad tidak hanya mendirikan sebuah institusi, ia menanam sebuah pohon kehidupan bagi Provinsi Jambi. Dampak dari perjuangannya kini dirasakan oleh jutaan masyarakat Jambi. Ketika kita melihat seorang dokter muda dengan penuh dedikasi melayani pasien di sudut remote area Jambi, di sanalah spirit dan warisan perjuangan Dr. H. Kemas Arsyad Somad tetap hidup melintasi waktu. Beliau adalah arsitek kemanusiaan yang meletakkan batu pertama bagi masa depan kesehatan Bumi Melayu Jambi.
Dedikasi, ketegasan dan kemampuan komunikasi Dr. H. Kemas Arsyad Somad dalam meruntuhkan berbagai tembok birokrasi dan keterbatasan fasilitas pada masa itu adalah fondasi utama. Artikel sejarah kedokteran Jambi tidak akan
pernah lengkap tanpa menyebut nama beliau.
Tidak hanya sebatas FKIK UNJA, Dr. H. Kemas Arysad Somad dalam kapasitasnya sebagai Rektor Universitas Jambi selama 2 (dua) periode, bersama rekan-rekan sejawatnya menginisiasi program Pasca Sarjana di Universitas Jambi. Kebijakan visioner beliau dalam membangun prasarana berupa gedung Pasca Sarjana UNJA di Telanaipura pada tahun 2006 menjadi kampus Program Pasca Sarjana merupakan langkah strategis. Beliau menetapkan Kampus UNJA di Telanaipura yang sebelumya untuk program studi ekstensi menjadi Kampus Terpadu untuk Program Pasca Sarjana, meliputi program magister dan doktor. Hal ini berdampak strategis terhadap semakin banyaknya minat mahasiswa pada kedua program tersebut.
Berbagai langkah strategis beliau dalam perkembangan dan kemajuan pendidikan terkhusus di Universitas Jambi (UNJA) mendapat apresiasi secara nasional. Dr. H. Kemas Aryad Somad menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, tentunya hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi putra asli daerah Jambi.
Dr.H. Kemas Arsyad Somad bukan sekadar pemimpin formal pada masanya, ia adalah arsitek kemanusiaan yang memastikan masyarakat Jambi berhak mendapatkan akses kesehatan terbaik melalui tangan-tangan dokter yang lahir dari rahim pendidikan mereka sendiri.
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum, Universitas Jambi (Tamat 2025)














Discussion about this post